al-Mu’adza; anak keduaku

Mojank(500)

Abiyyah al-Mu’adza ; wanita yang berkepribadian kokoh yang terlindung adalah nama anak keduaku. Anak keduaku ini punya kisah khas. Terhitung tak kurang dari 8 kali pendarahan besar yang ku alami dan selebihnya pendarahan kecil sepanjang trisemester ketiga. Alhamdulillah ia lahir dengan selamat secara persalinan normal. Sesuai dengan namanya meskipun berkali-kali pendarahan ku alami, ia tetap kokoh dan terlindungi.

Dalam ilmu kedokteran, kasus yang ku alami ini disebut plasenta previa, yakni plasenta yang terletak tidak pada tempatnya, letaknya dibawah janin. Plasenta ini yang menghalangi bayi keluar secara pervagina, dan kondisi ini pula yang menyebabkan pendarahan pada sang ibu. Menurut artikel-artikel yang kubaca, kasus ini jarang terjadi. Diantara 100 kehamilan, 1 diantaranya. Bahkan ada yang mengatakan diantara 1000 kehamilan satu diantaranya. Kasus seperti inilah yang dapat menyebabkan kematian, baik pada bayi atau ibunya.

Kasus plasenta dibawah yang terjadi disemester terakhir, menurut ilmu kedokteran, ia akan tetap, tidak akan kembali ke atas. Karena itu untuk lahiran secara normal atau pervagina, tidak akan mungkin bisa dilakukan. Lain halnya jika plasenata previa ini terjadi disemester kedua atau pertama. Ciri khasnya adalah pendarahan secara tiba-tiba tanpa ada rasa apapun seperti kontraksi atau kejang-kejang didaerah rahim, tiba-tiba saja darah keluar banyak dan berulang-ulang.

Selama kehamilanku yang kedua ini tercatat sebanyak 8 kali pendarahan besar. Pendarahan pertama ku terjadi pas satu hari sebelum idul fitri 1432 H. Saat itu usia kandungan ku memasuki usia 7 bulan, padahal saat diriku memeriksakan kandungan di usia 6 bulan semua dalam keadaan baik. Saat itu diriku sedang berbaring, tiba-tiba saja, terasa seperti ada yg keluar mengalir dari bawah perut, terus dan terus, sampai terasa keluar seperti gumpalan-gumpalan. Seketika itu juga diriku lemas dan kepalaku pusing, dan ku berteriak memanggil suamiku.

Bergegas suamiku memanggil kedua orangtuaku dan segera diriku diberi pertolongan pertama dengan meminum air zam-zam dan makan kurma. Alhamdulillah seketika itu juga serasa diriku kembali ada tenaga. Ibuku sangat khawatir……………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s