Ketokohan AS-SHIRAZI

As-Shirazi bernama lengkap Al-Syaikh Al-Imam Abu Ishak Ibrahim Ibn Ali Ibn Yusuf al-Firuzabadi  Dilahirkan di Persia  pada tahun 393/1003.[1]  Guru yang paling berketokohan pada diri as-Shirazi adalah qadi Abu Tayyib at-Tabari. Beliau juga belajar ushul fiqh pada Az-Zujaji dan Abu Abdullah Muhammad Ibn Umar as-Syirazi. Sedangkan Ilmu hadist beliau belajar pada Abu Bakr al-Barqani dan Abu Ali Aibn Syazan.[2] Beliau juga selalu mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan bukan dari ulama-ulama syafe’i, seperti al-Qadhi Abu Ali al-Hasyimi al-Hanbali.

Setelah kematian As-Syaikh Abu At-Taiyib at-Tabari pada tahun 450 H, As-Shirazi dikenal sebagai tokoh tunggal yang tiada tandingannya dalam mazhab As-Syafe’i. As-Shirazi adalah sosok yang memiliki kepribadian yang berani, tegas dan menjalani kehidupan yang zuhud, seorang sosok yang tidak ada tandingannya. Pada tahun 469/1077 saat Abu Abdullah Al-Husain Ibn Ja’far Ibn Makula as-Syafi’i meninggal dunia, khalifah meminta As-Shirazi untuk menggantikannya, tetapi As-Shirazi tidak bersedia memenuhi permintaan itu.

Ketika menteri Nizam al-Malik mendirikan madrasah an-nizamiyah dibaghdad, As-Shirazi menjadi pilihan tunggal untuk mengajar di madrasah tersebut. Pada awalnya as-Shirazi tidak mau, tetapi setelah mendapat desakan dari para murid-muridnya akhirnya beliau menerima jabatan itu. Madrasah an-Nizamiyah  adalah sekolah utama bagi mazhab As-Syafe’i, dimana saat itu dibaghdad mendapat pengaruh yang kuat dari Mazhab Hambali.

Pada tahun 470/1078, Abu Nasyr al-Khushayri (Ibn Abi Qasim al-kushayri’ penulis terkenal kitab al-risalah al-kushayriyyah) datang ke Baghdad dan bertamu ke madrasah  Nizamiyah. Beliau memberikan pandangan-pandangan yang berdasarkan mazhab Asy’ari  dan mempertahankan mazhab itu, beliau juga mengecam para pengikut mazhab Hambali dan menganggap mereka berpegangan dengan konsep penjelmaan (at-tajsim).  Pada saat itu mazhab Hambali dipimpin oleh As-Syarif Abu Ja’far Ibn Abi Musa. Akibat dari pandangan-pandangan beliau ini, para pengikut mazhab Hambali menjadi marah sehingga terjadilah huru hara yang berakibat pertempuran antar kedua mazhab ini sehingga mengakibatkan banyak korban pada peristiwa ini. Bahkan para penganut mazhab Hambali pun telah membuat fitnah yang mengatakan al-Qusyairi dan As-Shirazi telah mengharamkan mazhab Hambali.

As-shirazi sangat marah dengan kondisi ini, kemudian beliau berusaha menemui menteri Nizam al-Malik untuk menyelesaikan pertikaian antar mazhab ini. Namun usaha ini tidak berhasil dilakukan, akhirnya usaha perdamaian dilakukan melalui menteri Fakhr ad-daulah. Setelah melakukan dialog antar tokoh mazhab Syafi’I dan mazhab Hambali pertikaian dapat direda. Tetapi pada tahun 470 H  seorang pelajar Nizamiyah yang bernama- Iskandariyah mengatakan kekufuran para penganut mazhab Hambali, Akibatnya kembali terjadi kerusuhan antar mazhab yang berakibat banyak korban meninggal dunia. Pada tahun 475 H pertikaian kembali terjadi yang dipicu oleh al-Bakri al-Maghribi, seorang pendakwah  bermazhab Asy-ari. Tetapi pada pertikaian ini as-Shirazi tidak terlibat sama sekali karena beliau telah meninggalkan Baghdad.

            As-Shirazi juga melakukan peranan politik. Hal ini menurut  al-Subki adalah untuk menentukan pencapaian kedudukan khalifah  al-Muktadi bi amrullah yang memerintah pada tahun 467-487[3] As-Shirazi juga menjalin hubungan yang baik dengan Saldjuk, pemegang kekuatan politik di Abbasiyah. Menurut Subkhi, selain As-Shirazi melakukan tanggungjawab politiknya, juga bertujuan agar As-Shirazi mendapat pengakuan dari khalayak. [4]

Karya dan pemikirannya.

            Sebagian karya-karyanya masih ada dan telah dipublikasikan. Karya-karya beliau sebagian berhubungan dengan  realitas ikhtilaf hukum yang mengambarkan pendapat-pendapat beliau dan juga aplikasi pelaksanaannya serta teori-teori ushul fikh. Sesuatu yang begitu mengejutkan bagi ilmu pedagogi saat itu. As-shirazi menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dalam hal ini.

Pada usianya yang masih muda antara tahun 425- 450, karya beliau antara lain :

  1. Kitab fil Masa’il  al-Khilaf fil Furu’,(pada tahun 466 telah diterbitkan di Istanbul dengan judul Akhtilaf al-Fukaha’.
  2. Kitab al-Mulakhkhas fil djadal  ( diedit  Niyazi tetapi tidak dipublikasikan)
  3. Kitab al-Mauna fil Djadal (diterbitkan di Beirut tahun 1988 adalah sebuah ringkasan pendahuluan akan pendapat-pendapat beliau.
  4. Kitab al-Kitas ( hilang)
  5. al-Tabsirah fil Khilaf ( kitab ushul fiqh pertama yang ditulis As-Shirazi yang mengandung beberapa pendekatan beliau terhadap masalah ikhtilaf hukum. 

         Periode kematangan karya-karya as-Shirazi memberikan suatu perubahan dalam cara dan metode beliau. Pada masalah-masalah ikhtilaf, beliau memiliki pendapat sendiri sebagai seorang mujtahid. Karya beliau pada fase ini mengenai hal-hal prinsip dan juga hal yang khusus membahas masalah fiqh. Risalah-risalah fiqh beliau yakni

1.  Kitab al-Tanbih fil Fikh  

Dikarang sekitar 452/1060 sampai 453/1061. Kitab ini memiliki lebih dari 70 uraian, nama lain buku ini adalah  at-Tanbih fil Furu’ as-Syafi’iyah. Buku ini adalah salah satu buku yang mendapat tempat dan luas pengedaranya dalam mazhab as-Syafe’i .Buku ini sebenarnnya berdasarkan pada ulasan Syaikh Abu Hamid al-Minwazi, kemudian disyarahkan, diringkas dan dibuat indeks oleh ramai ulama.

2.   Al-Muhazzab

      Nama lain kitab ini adalah al-Muhazzab Fial Furu’. Beliau menulis kitab ini sebagai jawaban terhadap pendapat Ibnu as-Sabbagh. Beliau mengatakan kalau sama ada persetujuan antara Imam Syafi`I dan imam Hambali, tidak akan ada as-Shirazi. Perkataan as-Sabbagh ini bermaksud mengecilkan as-Shirazi. Bagi menjawab perkataan itu beliau menulis buku ini sebagai bukti kemampuan beliau dalam ilmu fiqh.

3.   Al-Luma fil Usul al-Fiqh

Kitab ini adalah karya beliau dalam bidang ushul fiqh yang dikarang sekitar tahun 450/1058.  Diterbitkan di Kairo pada tahun 1908. Sebagian  artikelnya berjudul al-Wusul ila Masa’il al-Usul ( Algiers 1979). Kitab ini disyarahkan oleh al-Hudbani dengan sharh al-Luma’ sebanyak 2 vol (Beirut 1988)

4.   Tabaqat al-Fuqaha

Kitab ini ditulis pada tahun 452/1060. Kitab ini memuat seluruh mujtahid hukum yang terlepas dari mazhab yang ada, mujtahid-mujtahid maasing-masing mazhab dan mujtahid yang berdasarkan tempat ia berada. 

5.  Tulisan beliau tentang akidah  antara lain al-Ishara ila Mazhab Ahl al-Haq dan akidah al-Salaf (ditulis kembali oleh M.Bernad dengan tulis La profession de foi Abu Ishaq al-sirazi ; FAO kairo 1987) yang berisi pernyataan-pernyataaan as-Shirazi tentang teologi Ash’ari dan kedekatan beliau dengan mazhab Hambali.

6.   Risalat as-Shiraz fi ‘ilm  al-Akhlak (kairo 1901)

7.   Nush Ahl al-‘ilm [5]

8.   Al-Nukat fi al-khilaf. memuat 555 hal yang membedakan antara Abu Hanifah dan al-Shafi’I. Buku in disebut juga an-Nukat fi-‘ilm al-jaddal

9.   Kitab al-Hudud. Kitab ini telah hilang, tidak ditemukan lagi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s